Melihat Keindahan Alam Teja Yang Masih Asri dan Menawan

01 Februari 2017 15:17:57 WITA

Singaraja, koranbuleleng.com | Sebuah tempat wisata yang menawarkan panorama alam sangat indah dan eksotik, bebatuan tersusun rapi menyembul diantara air yang berwarna kebiruan. Salah satu keunikan yang tidak dimiliki beberapa tempat wisata lainnya, pemandangan yang masih asri, dan dedaunan berbagai ragam tumbuhan masih menghijau alami menjadi bonus tersendiri bagi pengunjung yang berwisata ke tempat ini.

Obyek ini sangat berpotensi menjadi obyek wisata alam menyaingi beberapa destinasi wisata air lainnya yang ada di Kabupaten Buleleng. Penduduk setempat menyebutnya Pancuran Alam Teja, berlokasi di Dusun Pendem, Desa Bebetin, Kecamatan Sawan, Buleleng.

Obyek wisata ini memiliki tiga pancuran dan juga tiga telaga permandian. Tempat ini memang belum resmi dilaunching, dan baru memasuki tahap pengenalan. Namun, obyek wisata yang baru berkembang ini sudah banyak dikunjungi pelancong dari berbagai daerah termasuk fotografer untuk mengambil gambar landskap maupun beberapa untuk kepentingan foto pernikahan.

Penataan Pancuran Alam Teja dimulai pada tahun 2013. Sebelumnya, sedimentasi di telaga ini dalam tahap yang mengkhawatirkan. Padahal, sumber air telaga diperlukan untuk kelangsungan pertanian warga sekitar tertuama subak kusia.

Peluang ini pun kemudian dilirik oleh Sekeha Teruna Teruni Kartika Jaya Desa Pakraman Bebetin untuk dikelola sebagai obyek wisata baru. Bukan semata-mata bertujuan komersial, namun juga bertujuan untuk melestarikan lingkungan.

Melihat lokasi ini sangat potensial untuk dikembangkan sebagai tempat persinggahan alternatif bagi kalangan wisatawan lokal maupun asing, Sekeha Teruna Teruni Kartika Jaya dibantu masyarakat sekitar bergotong-royong menata tumpukan sedimen serta bebatuan yang tak beraturan.

Seperti yang diungkapkan Ketua Sekeha Teruna Teruni Kartika Jaya Desa Pakraman Bebetin Made Marsana,  Da bersama 35 anggota lainnya berupaya menata dan mengelola obyek wisata Alam Teja. Secara ekonomi, pengelolaan obyek ini bisa menghasilkan sumber Pendapatan Asli Desa (PAD) dan juga bentuk kepedulian dan upaya pelestarian lingkungan.

“Permandian ini mulai ditata tahun 2013, harapan kami kedepan tempat ini bisa menjadi daerah wisata yang menarik bagi wisatawan lokal dan mancanegara. Jika sudah demikian, potensi wisata di lokasi permandian ini kan bisa menjadi andalan sektor pariwisata dan secara tidak langsung sebagai penghasil PAD bagi Desa Bebetin. Penataan kami lakukan secara bertahap, setelah bebatuan ditata, saat ini kami lanjutkan dengan perbaikan infrastruktur dan juga akses jalan menuju permandian dan itu dimaksudkan agar tempat ini layak di jadikan salah satu destinasi wisata di Kabupaten Buleleng,”ungkapnya.

Salah seorang warga, Nyoman Sutiara mengungkapkan air dari aliran sungai  Alam Teja ini masih bersih.masyarakat setempat juga sering mengambil air dari aliran ini dan eprcaya percaya bahwa air tersebut sehat  untuk dikonsumsi. Sebuah perusahaan air mineral pernah melakukan riset dan menyatakan air di kawasan ini masih sangat alami dan masih sehat.

“Air disini bersih, dari sumber mata air langsung dan sudah di tes dari pihak aqua. Bukan hanya saya, namun sebagian besar masyarakat memakai air disini. Air ini sehat dan layak untuk dikonsumsi langsung, tanpa dimasak pun  bisa diminum pak,” ujar Sutiara.

Dari penuturan tokoh masyarakat setempat, Made Asta Edawan menjelaskan warga desa terutama anggota kelompok subak juga mempunyai tradisi yang masih dipelihara hingga kini terkait upaya pelestarian alam ini. Setiap Purnama Kedasa seluruh anggota subak biasanya mengadakan ritual “magpag toya” (penjemputan air suci) yang disertai persembahan banten besar (sesajen) dilengkapi dengan guling babi.

Asta menambahkan permandian Alam Teja sebelumnya bernama Teja Sari. Namun setelah dikelola oleh Sekeha Teruna Teruni Kartika Jaya obyek wisata tersebut dinamai Alam Teja. Jarak dari jalur utama sekitar 1 kilometer, dan pengelola mengalami kesulitan disebabkan oleh kerusakan cukup parah pada jalan setapak ketika terjadi lonjakan kunjungan wisatawan.

“Dulu namanya Teja Sari, namun semenjak tahun 2013 dan dikelola teruna teruni dirubah namanya menjadi Alam Teja, pemandangannya memang masih asri, sejuk udara pegunungan menjadi menu utama yang bisa dinikmati pengunjung. Sebelum dikelola, tempat ini dulunya kumuh, sampah berserakan, sekarang kan sudah beda, asri dan bersih. Namun sangat disayangkan akses jalan setapak di beberapa bagian mengalami kerusakan yang cukup parah, bahkan jebol hingga hal itu sangat membahayakan pengunjung, apalagi jika hujan, langsung terjun bebas ke sungai,” jelasnya.

Tempat wisata Alam Teja berjarak sekitar 15 kilometer dari pusat Kota Singaraja. Untuk mencapainya sebetulnya tidak terlalu sulit karena dekat dengan pusat desa  yakni Pasar Desa Bebetin. Bisa juga diakses melalui jalur alternatif dari arah Desa Sudaji atau Jalur kilometer 18 yang tembus ke wisata Air Terjun Sekumpul.

Jangan lupa, jika berkunjung ke tempat ini tetap jaga keasrian lingkungan dengan tidak buang sampah sembarang. (NH)

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Komentar
 

Layanan Mandiri


Silakan datang / hubungi perangkat Desa untuk mendapatkan kode PIN Anda.

Masukkan NIK dan PIN!

Media Sosial

FacebookTwitterYoutubeInstagram

Statistik Kunjungan

Hari ini
Kemarin
Jumlah Pengunjung

Kalender Bali

Jam

Lokasi Bebetin

tampilkan dalam peta lebih besar